gambar percobaan bentuk medan magnet

JudulPercobaan : Percobaan Bentuk Medan Magnet. 2. Tujuan : Menunjukan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk-serbuk besi. 3. Alat dan Bahan : 1. Gambar C menunjukan bahwa apa bila kutub N (utara) didekatkan ke kutub S (selatan) maka akan kutub N (utara) akan tertarik ke kutub S (selatan), begitu juga sebaliknya. RumusBesar Arus Listrik. I = B 2πr/ μ0. Dimana. B = besar medan magnet (T) μ 0 = konstanta permeabilitas (4π 10 -7 Tm/A) I = arus listrik (A) r = jarak dari kabel (m) Setelah mengetahui rumus yang ada marikita terapkan di beberapa soal dibawah ini. Baca juga Hukum Kepler. KaidahTangan Kanan. Kaidah tangan kanan dapat digunakan untuk membantu mengetahui letak kutub magnet dan arah gaya medan magnet. Selai itu dapat juga digunakan untuk menentukan arah arus listrik dan gaya Lorentz. Penggunaan kaidah tangan kanan terdiri dari 3 bentuk aturan. Ketiga aturan tersebut antara lain meliputi kaidah untuk menentukan JudulPercobaan : Percobaan Bentuk Medan Magnet. 2. Tujuan : Menunjukan bentuk medan magnet sebuah magnet batang . dengan serbuk-serbuk besi. 3. Alat dan Bahan : Gambar B menujukna pola yang dibuat oleh serbuk besi detelah magnet diletakan diatas serbuk besi . 3. Gambar C menunjukan bahwa apa bila kutub N (utara) didekatkan ke kutub S Deskripsi: Percobaan Induksi Magnet ini adalah untuk mengetahui fenomena induksi solenoid besar terhadap solenoid kecil yang berada di tengah-tengahnya dengan memberikan gelombang input yang berbeda-beda (sinus, segitiga dan kotak). Hal-hal yang perlu diamati dari percobaan ini meliputi bentuk gelombang output, perbandingan amplitudo tegangan Die Frau Sucht Den Mann Aus. Praktikum IPA di SD PERCOBAAN BENTUK MEDAN MAGNET termasuk dalam modul 8, yaitu dalam kegiatan praktikum 2 kemagnetan. Berikut praktikumnya A. TUJUAN Menunjukan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk-serbuk besi. B. ALAT DAN BAHAN 1. Karton putih 1 lembar / kertas putih. 2. Magnet batang 1 buah. 3. Serbuk-serbuk besi secukupnya. C. CARA KERJA 1. Letakan sebuah magnet batang di atas meja 2. Peganglah selembar kertas karton putih di atas meja tersebut. 3. Taburkan serbuk besi secara merata di atas karton, kemudian ketuklah karton itu secara perlahan beberapa kali. 4. Amatilah dan gambarkan pola-pola yang dibentuk serbuk-serbuk besi itu. 5. Dari hasil pengamatan anda buatlah kesimpulan tentang medan magnet. Praktikum IPA di SD PERCOBAAN BENTUK MEDAN MAGNET untuk lebih lengkapnya dapat anda download melalui salah satu link dibawah ini Download 1 Download 2 MEDAN MAGNET Muhammad Fikri Zulfy Fardhany Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang, Surabaya 6023, Indonesia e-mail fbule23 Abstrak Telah dilakukannya percobaan medan magnet yang bertujuan untuk Mendeskripsikan asas Lenzt pada proses induksi magnet, Mendeskripsikan hubungan perubahan fluks magnet dengan arah arus listrik yang dihasilkan, Mendeskripsikan proses terjadinya induktansi diri, Mendeskripsikan gaya yang timbul akibat medan listrik pada kawat berarus listrik DC, Mendeskripsikan gaya yang timbul akibat dua penghantar kawat yang dialiri arus listrik DC. Untuk percobaan pertama Variabel yang digunakan dalam pecobaan ini yaitu kutub magnet sebagai variabel manipulasi. Sedangkan jenis kumparan, jenis magnet sebagai variabel kontrolnya. Dan arah jarum galvanometer sebagai variabel respon. Untuk percobaan kedua variabel yang digunakan dalam pecobaan ini yaitu kutub magnet dan sumber tegangan DC sebagai variabel manipulasi. Sedangkan jenis kumparan, jenis logam sebagai variabel kontrolnya. Dan arah jarum galvanometer sebagai variabel respon. Untuk percobaan Ketiga variabel yang digunakan dalam pecobaan ini yaitu arah kutub tegangan, arah kutub magnet sebagai variabel manipulasi. Sedangkan sumber tegangan DC, jenis magnet, arah kutub magnet sebagai variabel kontrolnya. Dan arah penyimpangan pada kawat sebagai variabel respon. Untuk percobaan keempat variabel yang digunakan dalam pecobaan ini yaitu arah kutub tegangan, arah kutub magnet sebagai variabel manipulasi. Sedangkan sumber tegangan DC, jenis magnet, arah kutub magnet sebagai variabel kontrolnya. Dan arah penyimpangan pada kawat sebagai variabel respon. Dari percobaan yang dilakukan, didapat percobaan 1 dan 2 sesuai dengan azaz lentz dan percobaan 3 dan 4 sesuai dengan gaya lorentz serta arah arus, medan magnet dan gaya sesuai dengan kaidah tangan kanan Kata Kunci Azaz lentz, gaya Lorentz, kaidah tangan kanan Abstract An experimental magnetic fied experiment is available for Describe the principle of Lenzt in the process of magnetic induction, Describe the relationship of changes in magnetic flux with the direction of the electric current generated, describe the process of self-inductance, Describe the force that arises due to the electric field on a DC electric wire, Describe the force that arises due to the two conductor wires that are powered by DC electric current. For the first experiment, the variable used in this experiment is the magnetic pole as a manipulation variable. While the type of coil, the type of magnet as the control variable. And the direction of the galvanometer needle as a response variable. For the second experiment the variables used in this experiment are magnetic poles and DC voltage sources as manipulation variables. While the type of coil, the type of metal as the control variable. And the direction of the galvanometer needle as a response variable. For the experiments, the three variables used in this experiment are the direction of the voltage pole, the direction of the magnetic pole as a manipulation variable. While the DC voltage source, the type of magnet, the direction of the magnetic pole as the control variable. And the direction of the deviation on the wire as the response variable. For the fourth experiment the variables used in this experiment are the direction of the voltage pole, the direction of the magnetic pole as a manipulation variable. While the DC voltage source, the type of magnet, the direction of the magnetic pole as the control variable. And the direction of the deviation on the wire as the response variable. From the experiments carried out, obtained experiments 1 and 2 in accordance with azaz lentz and experiments 3 and 4 according to Lorentz force and the direction of current, magnetic field and force according to the rules of the right hand Keywords Azaz lentz, Lorentz style, right hand rules PENDAHULUAN Magnet berasal dari kata magnesia, yaitu sebuah nama kota kuno yang sekarang bernama Manisa di wilayah barat Turki, dimana sekitar 2500 tahun lalu kota ini telah ditemukan batu-batuan yang dapat menarik partikel-partikel besi. Sekarang kita mengenal berbagai magnet buatan, baik yang bersifat permanen maupun yang bersifat sementara. Seperti halnya listrik, magnet juga dapat menimbulkan suatu medan yang disebut medan magnetic, yaitu suatu ruang disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnetic. Pada tahun 1269, berdasarkan hasil eksperimen, Pierre de Maricourt menyimpulkan bahwa semua magnet bagaimanapun bentuknya terdiri dari dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub magnet ini memiliki efek kemagnetan paling kuat di bandingkan bgian magnet lainnya. Bentuk medan magnet dapat diamati dengan menabuurkan serbuk besi secara merata di atas karton yang bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Sedangkan arah medan magnet didefinisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara megnet jarum ketika ditempatkan di sekitar magnet. Dengan demikian, secara sederhana medan magnetic dapat dinyatakan dengan garis-garis khayal yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan yang disebut garis-garis medan magnetic atau garis-garis gaya magnetic. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik dalam suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun pada kumparan. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diperoleh beberapa rumusan masalah yakni Bagaimana proses asas Lentz pada proses induksi magnet?Bagaimana perubahan fluks magnet dengan arah arus listrik yang dihasilkanBagaimana proses terjadinya induktansi diriBagaimana gaya yang timbul akibat medan listrik pada kawat berarus listrik DCBagaimana gaya yang timbul akibat dua penghantar kawat yang dialiri arus listrik DC Dari rumusan-rumusan masalah diatas dapat ditentukan tujuan dari percobaan ini yaitu untuk Mendeskripsikan proses asas Lentz pada proses induksi magnetMendeskripsikan perubahan fluks magnet dengan arah arus listrik yang dihasilkanMendeskripsikan proses terjadinya induktansi diriMendeskripsikan gaya yang timbul akibat medan listrik pada kawat berarus listrik DCMendeskripsikan gaya yang timbul akibat dua penghantar kawat yang dialiri arus listrik DC INDUKTOR Magnet adalah suatu benda yang memiliki gejala dan sifat dapat mempengaruhi bahan-bahan tertentu yang berada di sekitarnya. Medan magnet adalah ruang di sektar magnet yang gaya tarik atau tolaknya masih dirasakan oleh magnet lain. Garis gaya adalah lintasan kutub utara dalam medan magnet atau garis yang bentuknya demikian hingga kuat medan di tiap titik dinyatakan oleh garis sesungguhnya. Sejalan dengan faham ini garis-garis gaya keluar dari kutub-kutub dan masuk kedalam kutub selatan. Untuk membuat pola garis-garis, gaya magnet selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Garis-garis tersebut tidak pernah saling berpotongan. Kerapatan garis-garis gaya magnet menunjukkan kekuatan medan magnet. Medan magnet pada suatu titik tidak hanya dapat dihasilkan oleh medan magnet permanen tetapi juga dapat dihasilkan kawat berarus AC. Oesterd menyatakan bahwa disekitar kawat berarus terdapat medan listrik dengan garis gaya magnet melingkar dan berpusat pada kawat tersebut. Medan magnet termasuk dalam besaran vektor yang memiliki besar dan arah. Arah medan magnet pada suatu titik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan dimana ibu jari menunjukkan arus. Jari telunjuk menunjukkan arah kuat medan dan jari tengah menunjukkan gaya yang timbul. Kaidah tangan kanan dapat dilakukan dengan menggenggam kawat lurus dengan tangan kanan sedemikian sehingga ibu jari menunjukkan arah kuat arus. Maka arah putaran keempat jari yang dirapatkan menunjukkan arah lingkaran garis medan magnet. HUKUM LENTZ Arah arus induksi dalam suatu kumparan adalah sedemikian rupa sehingga medan magnet yang dihasilkan arus tersebut melawan perubahan fluks penyebabnya Apa makna pernyataan huku ini a. Jika fluks yang menyebabkan ggl makin lama makin membesar maka arah arus induksi harus sedemikian rupa sehingga medan magnet yang dihasilkan arus induksi tersebut. Ini hanya mungkin jika arah medan magnet yang dihasilkanarus induksi berlawanan dengan arah medan yang diterapkan dalam loop. b. Jika fluks yang menyebabkan GGL makin lama makin mengecil maka arah arus induksi harus sedemikian rupa sehingga medan magnet yang dihasilkan arus induksi tersebut memperbesar fluks tersebut. Ini hanya mungkin jika arah medan maget yang dihasilkan arus induksi searah dengan arah medan yang diterapkan pada loop. INDUKTANSI DIRI Perubahan arus pada suatu kumparan menyebabkan munculnya ggl induksi. Besarnya ggl yang dihasilkan sebanding dengan laju perubahan arus namun memiliki tanda yang berbeda. Satuan induktansi adalah henry yang disingkat H Induktansi diri mengukur kemampuan sebuah kumparan menghasilkan ggl induksi jika kumparan tersebut mengalami perubhan arus. Makin besar induktansi diri maka maikn besar ggl induksi yang dihasilkan untuk perubahan arus yang besarnya tertentu. Induktansi diri dapat diperbesar dengan memperbanyak jumlah lilitan, memperbesar luas penampang dan mengurangi panjang solenoid. Jumah lilitan mempunyai pengaruh paling besar karena induktansi diri bergantung secara kuadratik terhadap jumlah lilitan GAYA LORENTZ Magnet tidak hanya menggunakan gya pada magnet lain, tetapi juga dapat melakukan gaya pada arus listrik. Jika kawat yang dialiri arus listrik ditempatkan dalam medan magnet, maka kawat tersebut mendapatkan gaya dari magnet. Besarnya gaya lorentz yang dialami kawat yang dialiri arus listrik dalam medan magnet dapat ditulis FBil GAYA ANTARA DUA KAWAT BERARUS LISTRIK Implikasi dari munculnya medan magnet dari kawat yang dialiri arus listrik adalah munculnya gaya antar dua kawat yang dialiri listrik. Arah medan magnet ini tegak lurus. Karena kawat 2 dialiri arus listrik sehingga ada gaya lorentz yang bekerja pada kawat 2. Arah arus listrik yang bekerja pada kawat 2 dan arah medan magnet pada kawat tersebut tegak lurus. HUKUM FARADAY Hukum ini menyatakan bahwa apabila terjadi perubahan fluks dalam suatu kumparan konduktor LOOP maka dihasilkan gaya gerak listrik yang berbanding lurus dengan laju perubahan fluks Jadi karakteristik induktor, saat kehilangan sumber tegangan, maka induktor akan menghasilkan tegangan untuk sesaat. Saat mendapat tegangan induktor juga memiliki karakteristik menjadikan intinya bersifat magnet untuk inti besi. Karakteristik magnet ini juga sering dimanfaatkan dalam berbagai perangkat elektronika. Besarnya ggl pada berapa cepat perubahan fluks berlangsung bukan bergantung pada berapa nilai fluks saat itu. Walaupun fluks dalam suatu kumparan sangat besar, namun jika tidak terjadi perubahan maka tidak ada ggl induksi yang dihasilkan. Sebaliknya, walaupun nilai fluks dalam suatu kumparan kecil, namun jika perubahannya mendadak, maka ggl yang dihasilkan juga besar. METODE Alat dan BahanKit kumparan 2 buahKit magnet 1 buahGalvanometer 3 buahBaterai 1 buahKabel konektor secukupnyaKawat 1 buahBatang besi 1 buah Gambar rangkaian percobaan Percbaan Asas entz Percbaan Induktansi Diri Percbaan kawat tungga berarus Percbaan Kawat Sejajar Berarus Variabel PercobaanPercbaan Asas Lentz Variabel manipulasi kutub magnet Variabel kontrol jenis kumparan, jenis magnet Variabel Respon arah jarum galvanometer Percobaan Induktansi diri Variabel manipulasi kutub, sumber tegangan. Variabel kontrol jenis logam, jenis kumparan. Variabel respon arah jarum galvanometer. 3. Percbaan Kawat Tunggal Berarus Variabel manipulasi arah kutub tegangan, arah kutub magnet Variabel kontrol sumber tegangan DC, jenis magnet, arah kutub magnet Variabel Respon arah penyimpangan pada kawat 4. Percbaan Kawat Sejajar Bebas Variabel manipulasi arah kutub tegangan Variabel kontrol sumber tegangan DC, jenis magnet, arah kutub magnet Variabel Respon arah penyimpangan pada kawat Langkah percobaan a. Percobaan Asas Lenz 1. Menyusun rangkain percobaan sesuai gambar percobaan untuk menguji asas Lentz. 2. Merangkai kumparan dengan galvanometer. 3. Melakukan percobaan dengan menggerakkan magnet agar timbul induksi. 4. Mengamati arah jarum jam pada galvanometer ketika magnet dimasukkan ke dalam kumparan dan dikeluarkan dari kumparan b. Percobaan Induktansi Diri 1. Menyusun rangkain percobaan sesuai gambar percobaan untuk menguji asas Lentz. 2. Menghubungkan kumparan pertama dengan galvanometer. 3. Menghubungkan kumparan ke dua dengan arus DC. 4. Memasukkan batang logam ke kedua kumparan. 5. Membuka dan menutup rangkaian kumparan yang terhubung ke arus DC. 6. Mengamati arah jarum pada galvanometer. c. Percobaan Kawat Tunggal Berarus 1. Merangkai kawat dan menghubungkan dengan sumber tegangan arus DC sesuai dengan gambar percobaan. 2. Meletakkan magnet ladam pada kawat berarus, dan kawat berarus tepat berada di antara kutub magnet. 3. Mengamati pergerakan kawat. d. Percobaan Kawat Sejajar Berarus 1. Merangkai dua kawat secara sejajar dan menghubungkan dengan sumber tegangan DC sesuai dengan gambar percobaan. 2. Mengamati interaksi yang terjadi diantara dua kawat penghantar. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Analisis Data Percobaan hukum lenz Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh arah penyimpangan pada jarum galvano ketika magnet memasuki kumparan yang dihubungkan dengan galvanometer. Pada percobaan ini, jenis kumparan merupakan variable control dan ditentukan jenis magnet yaitu magnet batang. Respon arah penyimpangan jarum galvanometer yaitu pada saat dimasukkan arah kutub utara magnet dimasukkan yaitu arah jarum galvanometer menyimpang kea rah kanan. Respon arah penyimpangan jarum galvanometer yang diperoleh ketika kutub selatan magnet dimasukkan yaitu arah jarum galvanometer menyimpang kearah kiri Penyimpangan jarum galvanometer menunjukkan terjadi perubahan fluks dalam suatu kumparan sehungga dihasilkan gaya gerak listrik induksi, ketika praktikan memasukkan dan mengeluarkan magnet batang pada kumparan dengan cepat. Laju jarum galvanometer juga bergerak cepat menyimpang . hal ini menunjukkan bahwa gaya gerak listrik ggl induksi sebanding dengan laju perubahan fluks sesuai dengan hukum faraday Percbaan Induktansi Diri Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh arah penyimpangan pada jarum galvano ketika Besi memasuki 2 kumparan yang masing-masing dihubungkan dengan baterai dan galvanometer. Pada percobaan ini, jenis kumparan dan jenis logam merupakan variabel control. Respon arah penyimpangan jarum galvanometer yaitu pada saat dimasukkan arah kutub utara magnet dimasukkan yaitu arah jarum galvanometer menyimpang kearah kanan. Respon arah penyimpangan jarum galvanometer yang diperoleh ketika kutub selatan magnet dimasukkan yaitu arah jarum galvanometer menyimpang kearah kiri Percobaan Kawat Tunggal Berarus Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh arah naik turunnya kawat tunggal yang diberi arus DC yang diletakkan magnet U dengan posisi sedemikian rupa. Pada percobaan ini, sumber tegangan DC, jenis magnet, arah kutub magnet merupakan variabel control. Respon arah penyimpangan pada kawat yaitu pada saat power suplay dinyalakan kawat menjadi tegang dan keatas begitu pua sebaliknya pada saat pwer suplay dimatikan kawan merengganggang dan bergerak kebawah. Respon arah penyimpangan kawat yang diperoleh ketika kutub selatan magnet dan utara di rubah posisinya yaitu arah kawat yang menyimpang keatas dan kebawah. Percobaan Kawat Sejajar Berarus Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh arah naik turunnya kawat tunggal yang diberi arus DC ya. Pada percobaan ini, sumber tegangan DC merupakan variabel control. Respon arah penyimpangan pada kawat yaitu pada saat power suplay dinyalakan kawat menjadi tegang dan keatas sedikit mendekat begitu pua sebaliknya pada saat pwer suplay dimatikan kawan merengganggang dan bergerak kebawah sedikit merenggang. Respon arah penyimpangan kawat yang diperoleh ketika kawat dirangkai dengan arus sejenis dan beda jenis yaitu arah kawat yang menyimpang keatas sedikit mendekat dan kebawah sedikit merenggang. PENUTUP Simpulan Dari percobaan yang dilakukan, didapat percobaan 1 dan 2 sesuai dengan azaz lentz dan percobaan 3 dan 4 sesuai dengan gaya lorentz serta arah arus, medan magnet dan gaya sesuai dengan kaidah tangan kanan. Saran Berhati-hati saat menggunakan galvanometer pada saat menentukan arah arus karena menggunakan arus DC dan pada saat mengamplas tembaga hati-hati karena tipis dan mudah pustus . DAFTAR PUSTAKA Halliday, Fisika untuk Universitas Jilid 2. Jakarta Erlangga. Tripler, Paul A. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta Erlangga. Giancoli, douglas C. 2001. Fisika Universitas edisi 5 Jilid 2 Terjemahan. Jakarta Erlangga. Buku Pedoman Universitas Negeri Surabaya Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam. Surabaya Unesa University Press - Keberadaan magnet mampu menarik semua benda-benda yang ada di sekitarnya, termasuk makhluk bumi. Jika hewan mampu mendeteksi medan magnet bumi, manusia membutuhkan bantuan alat, seperti digunakan manusia untuk mengetahui arah utara selatan atau keberadaan kutub utara dan kutub selatan magnet bumi. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, manusia sering menggunakan magnet dalam kegidupan sehari-hari. Misalnya seperti speaker, telepon, televisi, bel rumah, dan sebagainya. Di mana alat-alat tersebut memanfaatkan magnet sebagai komponen juga Hukum Pascal dan Aplikasinya Konsep gaya magnet Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnitis lithos yang berarti batu Magnesian. Magnesian adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa sekarang berada di wilayah Turki. Di wilayah tersebut banyak kandungan magnet yang ditemukan sejak zaman prasejarah. Magnet terbuat dari logam seperti besi dan baja. Magnet memiliki berbagai bentuk dan dinamakan sesuai bentuknya, seperti manget U dan magnet batang. Penentuan kutub magnet batang dapat dilakukan dengan percobaan sederhana. Medan magnet merupakan sebuah gambaran yang biasa kita gunakan untuk merepresentasikan bagaimana gaya magnet terdistribusi diantara suatu benda bermagnet atau disekitar benda bermagnet tersebut. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa magnet memiliki dua kutub dimana jika kita dekatkan dua buah magnet maka dapat terjadi gaya tarik-menarik ataupun gaya tolak-menolak tergantung kutub-kutub yang didekatkan. Selain itu, kita juga tahu bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak tersebut memiliki batas jangkauan disekitar magnet tersebut yang tidak bisa kita lihat. Medan magnet dapat mendeskripsikan bagaimana gaya yang tidak terlihat tersebut disekitar magnet. Visualisasi Medan Magnet Terdapat dua cara untuk menggambarkannya 1. Dideskripsikan secara matematik sebagai vektor. Setiap vektor pada setiap titik yang berbentuk panah tersebut memiliki arah dan besaran tergantung dari besar gaya magnetik pada titik tersebut. Gambar. Vektor medan magnet pada sebuah magnet persegi panjang 2. Cara lain untuk mengilustrasikannya adalah dengan menggunakan garis. Setiap vektor disambungkan dengan sebuah garis yang tidak terputus dan banyaknya garis dapat dibuat sebanyak mungkin. Cara inilah yang paling sering dipakai untuk menggambarkan suatu medan magnet. Gambar. Garis-garis medan magnet pada sebuah magnet persegi panjang Garis-garis medan magnet memiliki karakteristik yang berguna untuk analisa Setiap garis tidak pernah berpotongan satu sama lain Garis akan makin semakin rapat pada wilayah dimana medan magnet semakin besar. Hal ini menandakan bahwa semakin rapat garis-garis medan magnet, maka semakin besar gaya magnetnya pada wilayah tersebut. Garis-garis ini tidak bermulai atau berhenti dari manapun, akan tetapi garis-garis tersebut membentuk suatu lingkaran tertutup dan tetap menyambung di dalam material magnet. Arah medan magnet direpresentasikan dengan panah pada garis-garisnya. Terkadang, tanda panah tidak digambar pada garis-garis medan magnet, akan tetapi medan magnet akan selalu memiliki arah dari kutub Utara North ke Selatan South. Garis-garis ini dapat divisualisasikan secara nyata. Cara yang paling sederhana adalah dengan menyebarkan bubuk pasir besi di sekitar magnet dan akan menghasilkan karakteristik yang sama seperti pada garis-garis medan magnet. Gambar. Visualisasi secara nyata menggunakan bubuk pasir besi Pengukuran dan Rumus Medan Magnet Karena medan magnet merupakan besaran vektor, maka terdapat dua aspek untuk mengukur medan magnet besarnya dan arahnya. Untuk mengukur arahnya, kita dapat menggunakan kompas magnet. Jika kompas magnet diletakkan di sekitar medan magnet, maka arah jarum kompas akan mengikuti arah medan magnet di titik tersebut. Pada rumus medan magnet, besarnya medan magnet dituliskan dengan simbol B. Sesuai dengan sistem Internasional, besarnnya memiliki satuan dalam tesla T yang diambil dari nama Nikola Tesla. Tesla didefinisikan sebagai seberapa besar gaya medan magnet. Contohnya, sebuah kulkas kecil memproduksi medan magnet sebesar 0,001 T. Terdapat satu cara untuk membuat medan magnet tanpa menggunakan magnet, yakni dengan mengalirkan arus listrik. Jika kita alirkan arus listrik melalui kabel contohnya dengan menyambungkannya ke baterai, maka kita akan mendapat dua fenomena. Semakin besar arus yang mengalir pada kabel, maka akan semakin besar pula medan magnet yang dihasilkan. Demikian juga sebalilknya. Sesuai dengan hukum Ampere, besar medan magnet yang dihasilkan dapat dihitung dengan rumus dimana I adalah besar arus listrik, r jarak dari kabel, dan merupakan konstanta permeabilitas . Untuk mengetahui arahnya, kita dapat menggunakan prinsip tangan kanan. Ibu jari merupakan arah aliran listrik dan jari-jari lainnya menunjukkan arah medan magnet disekitar kabel. Gambar. Prinsip tangan kanan untuk menentukan arah medan magnet B berdasarkan arah arus listrik I Contoh Soal Medan Magnet & Pembahasan Contoh Soal 1 Perhatikan gambar diatas, sebuah kabel beralirkan arus listrik ditempatkan di dekat kompas magnet. Berapa besar arus listrik dan arahnya yang dibutuhkan untuk meniadakan medan magnet bumi terhadap kompas sehingga kompas menjadi tidak berfungsi? Medan magnet bumi diasumsikan sebesar . Pembahasan Dengan menggunakan rumus medan magnet Dapat dicari besar arus listrik yakni Diketahui bahwa jarak r dari kompas ke kabel sebesar 0,05 m. Maka didapar Dengan menggunakan kaidah tangan kanan kita harus menempatkan ibu jari kita ke bawah agar jari-jari yang lain memiliki arah yang berlawanan dengan medan magnet kompas. Sehingga arah arus harus menembus menuju kertas/layar, menjauhi kita. Contoh Soal 2 Bedasarkan soal sebelumnya, jika diketahui bahwa arus yang dapat dialirkan melalui kabel hanya sebesar 1,25 Ampere. Berapa besar jarak r untuk tetap meniadakan medan magnet bumi terhadap kompas? Pembahasan Dengan menggunakan rumus medan magnet Dapat dicari jarak r yakni Dari persamaan diatas diketahui bahwa besar arus listrik I sebanding dengan jarak r. Sehingga jika arus listriknya diperkecil menjadi 1/10 sepersepuluh dari sebelumnya, maka besar jarak r juga mengecil 1/10 sepersepuluh dari besar sebelumnya. Maka jarak r sebesar 0,005 m atau 5 mm. Kontributor Ibadurrahman, Mahasiswa S2 Teknik Mesin FT UI Materi lainnya Perpindahan Panas & Asas Black Pengertian, Cara Kerja, Jenis, & Fungsi Dioda Termodinamika & Mesin/Siklus Cournot ILCBO]OE XZOI]BI\F ?Xlrdnjooe Jletui Flmoe Focelt ?. ]u`uoe Fleue`uioe jletui flmoe focelt sljuok focelt jotoec mlecoe slrjui-slrjui jlsb. . Oaot moe Jokoe ? Iortne putbk ? alfjor / ilrtos putbk. Focelt jotoec ? juok. 4 Tlrjui-slrjui jlsb slduiupeyo. 4. ]lnrb Mosor 0 Focelt otou focebt omoaok suotu njyli yoec flfpueyob suotu flmoe focelt focebt jlrosoa morb jokoso Rueoeb foceætbs aætkns yoec jlrortb jotuFocelsboe. Focelsbo omoaok eofo sljuok wbaoyok mb Rueoeb pomo foso aoau yoec ibeb jlreofo Foebso slioroec jlromo mb wbaoyok ]urib mb foeo tlrioemuec jotu foceltyoec mbtlfuioe sl`oi zofoe muau mb wbaoyok soot beb, suotu focelt omoaok suotu fotlrb yoec flfpueyob suotu flmoefocelt. Fotlrb tlrsljut jbso moaof jlrwu`um focelt tltop otou focelt tbmoi yoec slioroec beb omo kofpbr slfuoeyo omoaok focelt slaoau flfbabib muo iutuj yobtu0 iutuj utoro enrtk/ E moe iutuj slaotoesnutk/ T. Soaoupue focelt btu mbpntnec-pntnec, pntnecoe focelt ildba tlrsljut oioetltop flfbabib muo mopot fleorbi jlemo aobe. Jljlropo jlemo jokioe tlrtorbi aljbk iuot morbyoec aobe, yobtu jokoe ancof. Eofue tbmoi slfuo ancof flfpueyob moyo torbi yoecsofo tlrkomop focelt. Jlsb moe jo`o omoaok muo dnetnk fotlrb yoec flfpueyob moyotorbi yoec tbeccb nalk focelt. Tlmoecioe nisbcle dobr omoaok dnetnk fotlrb yoecflfpueyob moyo torbi yoec rlemok nalk focelt. =. Doro Ilr`o 0 ? Altoioe sljuok focelt jotoec mb otos fl`o Xlcoecaok slalfjor ilrtos iortne putbk mb otos fl`o tlrsljut. 4 ]ojurioe slrjui jlsb sldoro flroto mb otos iortne, ilfumboe iltuiaok iortne btu sldoro plraokoe jljlropo ioab. = Ofotbaok moe cofjorioe pnao yoec mbjletui slrjui-slrjui jlsb btu. owoj0 o. Focelt otou focebt omoaok suotu njyli yoec flfpueyob suotu flmoe focelt. Ioto focelt focebt jlrosoa morb jokoso Rueoeb foceætbs aætkns yoec jlrortb jotu Focelsboe. j. Focelt boaok sl`lebs ancof yoec `uco mbileoab mlecoe eofo jlsb jlroeb . Focelt flfpueyob flmoe focelt moe mopot fleorbi jutbr-jutbr jlsb aobe il orokeyo. Opoiok sljuok focelt slaoau flfbabib iutuj utoro moe iutuj slaotoe> laosioe! owoj0 Ro, Tltbop focelt flfpueyob sotu 'iutuj slaotoe' moe sotu 'iutuj utoro'. Opojbao sotu ku`uec focelt mbmliotb suotu ku`uec focelt yoec aobe, ilmuo-muo ku`uec oioe fleorbi mb oetoro sotu mlecoe yoec aobe slibroeyo ku`uec-ku`uec focelt btu flfpueyob iutuj yoec jlraobeoe. Tljoabieyo oioe jlraoiu slibroeyo ilmuo-muo ku`uec flfpueyob iutuj yoec sofo. 4 laosioe 4 fodof oturoe uetui flauibs corbs-corbs flmoe foceltbd! owoj 0 ?. Corbs corbs coyo foceltbi tbmoi plreok jlrpntnecoe.. corbs corbs coyo foceltbi slaoau ilauor morb iutuj \toro moe fosui il iutuj slaotoe4. tlfpot mlecoe corbs corbs coyo ropot fleyotoioe Flmoe foceltbi iuot, sljoabieyo mlecoe corbs corbs coyo tletoec fleyotoioe Flmoe foceltbi alfok 7. Ilsbfpuaoe Tltlaok flaoiuioe plrdnjooe, mopot mbsbfpuaioe jokwo iutuj focelt yoec sofo opojbao mbmliotioe oioe soabec tnaoi- flenaoi, opojbao iutup yoec jlrjlmo mb mliotioe oioe torbi fleorbi. Focelt iutuj utoro oioe slaoau tlrtorbi il focelt iutuj slaotoe. 3. Ilsuabtoe yoec mboaofb Iofb suabt flelfuioe jokoe slplrtb slrjui-slrjui jlsb MOG]OZ X\T]OIO

gambar percobaan bentuk medan magnet