gambarkan ilustrasi komponen pendukung e learning

IlustrasiCara Kerja Web Service. Terdapat dua aplikasi yang sama-sama independen, kita sebut saja aplikasi A dan aplikasi B. Aplikasi A ada di dalam HTTP aplikasi A sementara aplikasi B berada di dalam HTTP aplikasi B. Aplikasi A yang merupakan klien akan mengirim request ke aplikasi B yang berperan sebagai server berupa pesan XML.. Pesan yang dikirim oleh aplikasi A tersebut yaitu pesan XML KonsepSistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu BAB2 KOMPONEN E-LEARNING. Bab 2 akan membahas komponen pendukung dari elearning, serta kebutuhan pokok dari elearning. Untuk mendukung pembelajaran secara online maka di dalam e-learning System sendiri perlu adanya komponen- komponen yang mampu mengatasi permasalahan dalam proses belajar mengajar konvensional. Elearning dapat diselenggarakan dengan berbagai model (Rashty,1999). a. Model Adjunct Dalam model ini e-learning digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran tatap muka di kelas. Model ini dapat dikatakan sebagai model tradisional plus karena keberadaan e-learning hanya sebagai pengayaan atau tambahan saja. b. Model Mixed/Blended Pernyataanyang benar tentang jenis pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi adalah; Sate beracun tertangkap; Kelompok tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah . Vaksin booster sinopharm; Kolam renang lombok kenten; Bolu ulang tahun mewah; Diantara hasil yang timbul dari perilaku kontrol diri yaitu Die Frau Sucht Den Mann Aus. Perangkat keras hardware. Perangkat lunak software. Infrastruktur jaringan intranet maupun internet. Konten pembelajaran. Strategi komunikasi pemanfaatan elearning dalam pembelajaran. Apa itu Komponen Pendukung sebutkan? Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Apa yang dimaksud e learning dan jelaskan pendukungnya? Pada dasarnya elearning merupakan konsep atau metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital. Di samping itu, para pakar pendidikan mendefinisikan elearning sebagai proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip pembelajaran yang dipadu dengan teknologi. Apa saja macam macam e learning? Computer Managed Learning CML Computer Assisted Instruction CAI Pembelajaran Online Sinkron Synchronous Online Learning Pembelajaran Online Asinkron Asynchronous Online Learning Fixed E-Learning. Adaptive E-Learning. Linear E-Learning. Apa saja komponen pendukung komunikasi dalam jaringan? Modem atau Wifi. Perangkat ini digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan. Local Area Network atau LAN. Wireless Access Point atau WAP. Wireless Local Area Network atau WLAN. Dukungan apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan e learning Sebutkan 5? Perangkat keras hardware. Perangkat lunak software. Jaringan intranet. Konten dan materi pembelajaran. Strategi komunikasi pemanfaatan elearning dalam pembelajaran. Apa saja kelebihan e learning? Dapat diakses dengan mudah. Biaya lebih terjangkau. Waktu belajar fleksibel. Wawasan yang luas. Keterbatasan akses internet. Berkurangnya interaksi dengan pengajar. Pemahaman terhadap materi. Minimnya Pengawasan dalam Belajar. Jelaskan secara singkat apa yang kamu ketahui tentang e learning? Sistem pembelajaran elektronik Inggris Electronic learning disingkat menjadi E–learning dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa situs web yang dapat diakses di mana saja. Apa saja komponen pendukung komunikasi daring brainly? Secara garis besar, kompenen pendukung komunikasi dalam jaringan ada dua macam yaitu kompenen hardwere dan softwere. komponen hardwere merupakan kompenen yang tergolong dalam perangkat keras seperti konputer, smartphone. headset, michrophone, perangkat-perangkat yang mendukung koneksi internet. Apa saja yang termasuk 3 komponen umum Kompas *? Dial, yaitu permukaan kompas di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam. 2. Visir, yaitu lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran. 3. Kaca Pembesar, untuk membaca angka derajat kompas. Apa saja yang termasuk komponen pendukung pertahanan negara? Komponen pendukung, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Ada 3 fungsi e-learning sebutkan sebagai apa saja? e-Learning pada dasarnya memiliki fungsi pendidikan yang sama untuk para pelajar. Hanya saja untuk penggunaannya sendiri, e-Learning memiliki fungsi yang berbeda. e-Learning sebagai suplemen. e-Learning komplemen atau pelengkap pembelajaran. e-Learning sebagai subtitusi. Pembelajaran utama. Apakah Zoom termasuk ke dalam aplikasi e-learning? Zoom meeting merupakan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan seperti halnya video converence. sehingga dapat digunakan untuk kegiatan synchronous e–learning. dimana antara pelajar dan pengajar dalam satu waktu yang sama namun berbeda tempat. Apa saja karakteristik dari e-learning? Karakteristik e–learning adalah penggunaan keunggulan teknologi berbasis digital network dalam mengumpulkan, menyimpan, dan membagi informasi atau materi pembelajaran yang dapat diakses suatu waktu Triyono dan Pipit, 2017 47- 48. Bahan ajar dapat dipelajari siswa secara mandiri. 4 Langkah pembelajaran blended learning? Langkah-Langkahmodel Blended Learning sebagai berikut 1Guru meng-upload materi pembelajaran, tugas-tugas pada aplikasi Quipper School, 2Guru menginformasikan kepada siswa untuk mempelajari materi yang sudah di-upload, baik secara langsung maupun tidak melalui aplikasi Quipper School, 3Guru mengecek kehadiran … Apa yang dimaksud dengan e-learning dan berikan contohnya? E–learning atau electronic learning adalah metode pembelajaran dan pelatihan karyawan dengan memanfaatkan teknologi internet. Dengan kata lain, metode ini merupakan program peningkatan pengetahuan dan keterampilan karyawan yang dilakukan dalam jaringan daring. Komponen apa saja yang harus di perhatikan dalam prosedur umum kegiatan pembelajaran? Di dalam pembelajaran, terdapat komponen–komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu guru, siswa, tujuan, metode, materi, alat pembelajaran media, evaluasi. Suatu komunikasi dimana dilakukan atau terjadi secara serentak serta waktu nyata real time disebut dengan komunikasi? Komunikasi Sinkron Serempak adalah komunikasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan real time memakai media perantara berupa komputer, smartphone, atau alat sejenisnya. Referensi Pertanyaan Lainnya1Contoh Mobilitas Sosial Di Lingkungan Sekitar?2Jelaskan Pengembangan Yang Bisa Dilakukan Pada Sektor Wisata Bahari?3Contoh Kalimat Simple Past Tense Dan Present Perfect Tense?4Susunan Tangga Nada D Mayor Adalah?5Apa Yang Dialami Manusia Pada Yaumul Mahsyar?6Jelaskan Manfaat Dan Kerugian Mempergunakan Rekening Giro?7Keadaan Alam Benua Australia Bagian Barat Adalah?8Menggunakan Simpai Merupakan Jenis Senam Irama?9Kerjasama Asean Di Bidang Pangan?10Gerakan Tubuh Dalam Tari Berfungsi Untuk? Source publicationIn today's world, a new level of commitment is required in order to educate the young generation and e-learning perhaps emerges as an important tool of imparting knowledge and information. The challenge, however, is to provide a suitable means to disseminate disparate information in a dynamic, open and distributed e-learning environment. While ther...... However, having an e-learning strategy and programs is not enough to guarantee success. There should be a clear and well-thought-out implementation strategy and plan Georgescu, 2006. Personal Learning Environment PLE recognizes that learning is continuing, and tools are needed to support that learning. ... Mateja BrozovićMarina ErcegovićGunther Meeh-BunseBackground The pandemic of Covid-19 brought significant changes to the education system and forcibly accelerated the process of digitizing teaching. Students and educators had to adapt to the new way of education, facing challenges such as technical problems and a lack of technical skills and social contact. Objectives The purpose of the paper was to explore the attitudes of the university and high school educators and students towards the pandemic’s impact on digitization in teaching. Methods/Approach Data were collected through a questionnaire distributed to university and high school educators and students in Croatia, Poland, Serbia and Germany in the field of accounting, finance, trade, tourism, and other areas of interest, resulting in 2,897 responses. The results were analyzed using descriptive statistics and non-parametric tests. Results The research showed that 1 high school students were less optimistic about the positive impact of the pandemic on applying digital tools in teaching than university students, 2 educators generally prefer traditional exams, while students generally prefer e-exams, 3 a higher proportion of university respondents believe that e-learning should be used as an important addition to traditional teaching when compared to high school respondents. Conclusions The pandemic has changed how the teaching process will be performed, but we should learn from experience and address the issues with e-learning.... e-Learning dapat menghilangkan batasan-batasan pembelajaran taradisonal pada lingkup ruang, waktu dan biaya serta menawarkan fleksibilitas bagi siswa maupun guru dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, dengan e-Learning kegiatan belajarmengajar akan lebih menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Harandi, 2015 Pengembangan e-Learning ini memuat komponen-komponen perangkat pembelajaran seperti silabus, penugasan, modul/bahan ajar, dan lain sebagainya Mircea and Associate, 2018. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menguranggi batas-batasan dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Jasinga Kabupaten Bogor Jawa Barat, kami bermaksud mengadakan pengabdian berupa Pelatihan Pengembangan E-Learning di sekolah tersebut. ... Sugianto ArjoTelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang manajemen sistem pembelajaran online atau e-Learning. Sistem pembelajaran e-Learning dibangun berdasarkan pada tingkat kebutuahan di era modern seperti saat ini atau sebagai bentuk perwujudan dari revolusi industri e-Learning merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan secara online sehingga dapa diakses dimanapun dan kapanpun. Adapun e-Learning yang digunakan dalam pelatihan ini adalah student centre bersifat open dan dapat dijumpai dilaman student centre ini memuat fitur-fitur informasi mata pelajaran, informasi Board, Resources dan Assignments. Berdasarkan pada hasil analisis kebutuhan di SMAN 1 Jasinga, kabupaten Bogor bahwa penerapan e-Learning di sekolah tersebut belum sama sekali dilaksanakan. Olehkarena itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan semua elemen ditingkat sekolah mampu memahami dan menerapkan sistem tersebut. Hasil pelaksanaan pelatihan manajemen sistem pembelajaran e-Learning di SMAN 1 Jasinga memperlihatkan antosiasme yang tinggi dengan hadirnya semua guru dan staf pada kegiatan tersebut. Adapun jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 50 orang. Adapun ketidak hadiran siswa disebabkan oleh padatnya penjadwalan disekolah sehingga tidak memungkinkan pada kegiatan tersebut. Hadirnya guru dan staf pada kegiatan tersebut diharapkan setelah dilakukannya kegiatan ini pihak sekolah dapat menerapkan sistem pembelajaran e-Learning yang sangat fleksibel terhadap situasi penjadwalan... godine Savjet ministara Evropske unije identifikovao je IKT kao ključnu komponentu za uspješno kreiranje evropskog prostora znanja čime je započet proces reforme visokog obrazovanja u Evropi [3]. U skladu sa usvojenom strategijom, Evropska komisija je pokrenula e-Learning inicijativu kojom je podržano uvoenje IKT-a u proces obrazovanja i implementacija e-učenja [4]. Kao posljedica te inicijative 2001. ...Sadržaj-Današnje doba karakteriše veoma intenzivan i dinamičan razvoj na polju informaciono-komunikacionih tehnologija što ima za posljedicu otvaranje novih mogućnosti njihove primjene sa ciljem postizanja što kvalitetnijeg obrazovanja. Istraživanja sprovedena u poslednjih deset godina pokazuju evidentan porast stepena primjene elektronskog učenja u cijelom svijetu, kako na institucionalnom nivou tako i po broju studenata koji se odlučuju da takve vidove nastave pohaaju. U ovom radu su prikazani rezultati istraživanja sprovedenog na Univerzitetu u Istočnom Sarajevu sa ciljem identifikovanja trenutnog stanja u domenu implementacije elektronskog učenja. Rezultati istraživanja trebaju biti polazna tačka na osnovu koje će se izvršiti definisanje budućih aktivnosti koje se trebaju preduzeti u cilju podizanja kvaliteta nastavnog procesa na Univerzitetu kroz implementaciju sistema za elektronsko učenje. Ključne riječi – elektronsko učenje; e-learning; univerzitet; anketno istraživanje.... Asynchronous technologies deliver content one way at one point in time and can include email, video, blogs and audio aids. Synchronous technologies deliver two or more technologies at the same time and can include teleconferencing, chat rooms and web conferencing [8]. It may be safe to say that synchronous technologies are typically used for trainer-led eLearning, and that asynchronous technologies may be typically used for trainee-led eLearning. ...Today's molecular life scientists are well educated in the emerging experimental tools of their trade, but when it comes to training on the myriad of resources and tools for dealing with biological data, a less ideal situation emerges. Often bioinformatics users receive no formal training on how to make the most of the bioinformatics resources and tools available in the public domain. The European Bioinformatics Institute, which is part of the European Molecular Biology Laboratory EMBL-EBI, holds the world's most comprehensive collection of molecular data, and training the research community to exploit this information is embedded in the EBI's mission. We have evaluated eLearning, in parallel with face-to-face courses, as a means of training users of our data resources and tools. We anticipate that eLearning will become an increasingly important vehicle for delivering training to our growing user base, so we have undertaken an extensive review of Learning Content Management Systems LCMSs. Here, we describe the process that we used, which considered the requirements of trainees, trainers and systems administrators, as well as taking into account our organizational values and needs. This review describes the literature survey, user discussions and scripted platform testing that we performed to narrow down our choice of platform from 36 to a single platform. We hope that it will serve as guidance for others who are seeking to incorporate eLearning into their bioinformatics training programmes.... [2]. The eLearning initiative [3] reinforced the need for innovative pedagogical approaches and for objectives regarding quality and easy access to eLearning resources and services. In the domain of Higher Education HE, recognizing that universities play a key role in the production and dissemination of knowledge, in the development of social, pedagogical and technological research, some experiments in the field of eLearning were settled related, for instance, with University organization or curricula, or with the assess of the impact of ICT for interactions among teachers and students. ...The main subject of this paper is to present and discuss a technical solution based on the Information and Communication Technologies ICT that is proposed to be implemented in a Higher Education HE institution in Portugal. It is believed, that this project will change profoundly the administrative organization and the teaching-learning paradigm inside the Polytechnic Institute of Setúbal PIS. This project will cover three different and complementary areas a Wireless LAN area, an Administrative and Informative area and an eLearning area. Other relevant aspects and remarks, regarding eLearning issues, will also be taken into consideration, illustrating the most significant activity of the PIS academic staff in what concerns the eLearning field. Serhat ÇOBANPolicies towards qualification of labour are getting common in today’s societies and people in high ranks put their efforts to encourage it by creating political documents. E-learning practices which are getting popular thanks to advancements in communication tech and political documents concerned of these practices should be examined in such way. While observing that increase in demand for qualification of labour gaining speed accereleratingly in order to reorganize the capital and overcome structural crises due to capitalism. Such work will continue to create traces in the demand of approaches toward e-learning. Especially, approaches of e-learning mentioned in political documents which are created accordingly to information society of European Union will be considered by realizing this demand. Florin D. SalajanThis article discusses the emergence of a European E-Learning Area EELA as a consequence of three factors that can be observed in the e-learning developments over the past decade. The first factor consists of the carving of a policy sector in e-learning via formal instruments such as the eLearning Programme, the Lifelong Learning Programme and an array of other e-learning policy stipulations embedded in larger policy instruments at European level Framework Programme. The second factor is represented by the mainstreaming of e-learning activities, both through formal and informal measures across multiple domains. Finally, the proliferation and consolidation of interlinked networks of practice as incubators of e-learning innovation and sharing of expertise act as the third factor in the shaping of EELA. The conceptualisation of EELA is substantiated through an analysis of the European e-learning policy documentation and the findings of a questionnaire distributed to the coordinators of projects under the eLearning Programme. In light of the findings, theoretical and practical implications for EELA as a nascent policy domain are explored and offered as a basis for further debate on this paper reports on an effort to use Stagecast CreatorTM as a means for developing modelling skills among undergraduate students taking an introductory course in science that took place in a virtual learning environment WebCTTM. An inquiry-based curriculum was implemented, which guided students working in small groups to collect and study moon observations and construct a series of successive models of the moon phases using Stagecast CreatorTM. Students' reflective journals and reports of synchronous discussions were the means for collecting data. The findings show that the WebCTTM platform supported the on-line collaboration among students in the course that was used to help them improve their models through the use of Stagecast CreatorTM. Specifically, students' groups shared their models with other groups through WebCTTM, and provided feedback about each other's models, indicating model limitations and suggesting possible improvements. The results also suggest that students believed that the on-line collaboration supported their learning growth as well as the process of developing modelling skills. Students found it extremely fruitful to exchange ideas with other groups, to read and make suggestions for model improvements and to collaborate with almost all students in the course – which would have been impossible without the on-line collaboration tool. Collaboration in learning situations like the one presented in this paper involves exchanging, negotiating and critiquing ideas for the purpose of building new, more refined knowledge. This collaborative process became feasible due to the fact that sharing and viewing Stagecast CreatorTM files through the Internet is fully compatible with web-browsers. We suggest that the process of model deployment was practically made possible due to the combined use of Stagecast CreatorTM and WebCTTM. Susan L. RobertsonThis paper seeks to instantiate the claimsreferred to by Dale 2002 that a new functional and scalar division of labour is emerging in education through an analysis of a key mechanism,of governance proposed,by the European Commission—the,development,of public-private partnerships PPPs as the means,to develop the eEurope/eSociety/eLearning strategy. In the view of the Commission, a viable education strategy mustinvolve the business sector if it is to respond to the demands,of a knowledge,economy. In this paper I argue that the Commission,and key economic,actors are engaged,in promoting public- private-partnerships, discursively and materially, as a means to embed a Di Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah munculnya e-learning atau pembelajaran elektronik. E-learning memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi para pelajar untuk belajar secara online tanpa batasan waktu dan dibalik kepraktisannya, terdapat komponen pendukung yang memainkan peran penting dalam kesuksesan e-learning. Dalam artikel ini, Brebesnesia akan mengenalkan beberapa komponen penting yang mendukung sistem Platform E-LearningKomponen utama dari e-learning adalah platform yang menyediakan lingkungan virtual untuk pembelajaran. Platform e-learning biasanya berbentuk situs web atau aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses materi pelajaran, tugas, ujian, dan interaksi dengan pengajar dan sesama pelajar. Beberapa platform e-learning populer termasuk Moodle, Blackboard, dan Google Konten PembelajaranKonten pembelajaran adalah inti dari e-learning. Komponen ini mencakup materi pelajaran yang disajikan dalam format digital, seperti teks, gambar, video, dan audio. Konten pembelajaran harus disusun dengan baik, mudah dipahami, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan multimedia dalam konten pembelajaran dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman Interaksi dan KolaborasiE-learning bukan hanya tentang belajar sendiri, tetapi juga tentang interaksi dan kolaborasi antara pelajar dan pengajar. Komponen ini mencakup fitur seperti forum diskusi, ruang obrolan, dan kolaborasi dalam tugas kelompok. Interaksi dan kolaborasi ini memungkinkan pelajar untuk saling berbagi pemikiran, memperdalam pemahaman, dan memperluas Evaluasi dan Umpan BalikEvaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Dalam e-learning, komponen ini mencakup tugas, ujian, dan kuis yang digunakan untuk mengukur pemahaman pelajar. Sistem e-learning juga harus menyediakan umpan balik yang konstruktif dan informatif untuk membantu pelajar meningkatkan prestasi Dukungan TeknisDalam lingkungan e-learning, dukungan teknis menjadi komponen yang sangat penting. Pelajar dan pengajar harus mendapatkan dukungan teknis yang memadai untuk mengatasi masalah teknis, seperti masalah koneksi internet, akses platform, atau masalah perangkat keras. Dukungan teknis yang responsif dan efektif sangat penting untuk menjaga kelancaran proses Keamanan dan PrivasiDalam era digital, keamanan dan privasi menjadi hal yang sangat penting dalam e-learning. Komponen ini mencakup langkah-langkah untuk melindungi data pribadi pelajar dan menjaga kerahasiaan informasi penting. Sistem e-learning harus memiliki kebijakan keamanan yang ketat dan menjaga privasi pengguna dengan menggunakan enkripsi dan perlindungan telah menjadi bagian integral dari dunia pendidikan modern. Untuk mencapai kesuksesan dalam e-learning, komponen pendukung yang telah disebutkan di atas harus dipertimbangkan dengan baik. Dengan platform e-learning yang kuat, konten pembelajaran yang baik, interaksi yang bermakna, evaluasi yang efektif, dukungan teknis yang handal, dan keamanan yang terjamin, e-learning dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan inklusif di era digital Artikel Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS Komponen E – Learning Dalam membangun suatu aplikasi e – learning, maka dibutuhkan komponen – komponen diantaranya 1. Infrastruktur ,diantaranya dapat berupa PC, notebook, jaringan komputer, koneksi internet, serta peralatan-peralatan multimedia pendukung lainnya seperti pengeras suara, kamera dan lainnya. 2. Aplikasi e-Learning , merupakan suatu program pendukung yang fungsinya dapat memvirtualisasikan proses belajar mengajar pada umumnya konvensional. 3. Konten Pembelajaran , konten pembelajaran yang dapat digunakan pada sistem e-learning dapat berupa teks dengan gambar seperti buku pada umumnya, atau dapat juga konten multimedia yang sudah dilengkapi ilustrasi dari konten, seperti animasi pembelajaran dengan materi tertentu. Manfaat E – Learning Manfaat e – learning untuk peserta didik, diantaranya 1. Fleksibilitas belajar yang tinggi , yaitu peserta didik dapat mengakses bahan- bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. 2. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat karena yang berperan sebagai instruktur adalah komputer dan panduan – panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan programmer. Manfaat e – learning untuk pengajar atau instruktur, diantaranya 1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, 2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak, 3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang, 4. Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, 5. Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik Jadi, keuntungan penggunaan e – learning secara umum yaitu 1. Menghemat waktu proses belajar mengajar 2. Mengurangi biaya perjalanan 3. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan infrastruktur, peralatan, buku-buku 4. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas 5. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan LMS Learning Management System

gambarkan ilustrasi komponen pendukung e learning