gambar tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah

Bab: Tangan Diatas Lebih Baik Daripada Tangan Dibawah Hadist pertama حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ Tanganyang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah [HR Bukhari (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)]. Yaitu orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam . Sabdabeliau: "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta." ( 3) "Nafi', maula Ibnu 'Umar ", Al Madaniy, Abu 'Abdullah Tabi'in kalangan biasa ↺ Wafat tahun 117 Hijriah (± 735 Masehi) ☖ Hidup di Madinah ⚑ Wafat di Madinah. Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah dan tangan diatas adalah yang memberi sedangkan tangan dibawah adalah yang mengambil." (HR. Bukhari dan Muslim)️ Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah menjelaskan yang dimaksud dengan tangan diatas dan dibawah. Maka kita tidak butuh lagi penjelasan selain dari penjelasan Nabi Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah." Yang dimaksud "diatas" di sini ya itu lebih utama, lebih tinggi dan lebih mulia. Karena dia yang memberi/bersedekah dan yang berderma. Penulis kitab ini Rahimahullah menyebutkan bahwa tangan diatas adalah yang memberi. Adapun tangan yang dibawah adalah yang meminta. Die Frau Sucht Den Mann Aus. Soal Ulangan - sahabat soal ulangan pada kesempatan ini kita akan mengkaji tentang Larangan meminta-minta dan Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah, berikut selengkapnya. عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَاDari Hakim bin Hizam radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata, "Tangan yang diatas lebih baik dari pada tangan yang di bawah, maka mulailah untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu dan shadaqah yang paling baik adalah dari orang yang sudah cukup untuk kebutuhan dirinya. Maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya, Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya".HR. BukhoriDalam hadis riwayat Bukhari dari Hakim bin Hizam, Rasulullah menjelaskan bahwa “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah”, maksudnya bahwa orang yang memberi lebih baik daripada yang menerima. Namun demikian bukan berarti jika kita diberi sesuatu oleh orang lain tidak boleh menerima. Jika ada orang yang memberi hadiah maka boleh diterima. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah Saw., ketika itu Rasulullah menegur sahabtnya, Umar bin Khaththab karena Umar tidak mau menerima pemberian Rasulullah Saw., maka Rasul pun menegurnya, sebagaimana sabdanya “Ambillah pemberian ini! Harta yang datang kepadamu, sementara engkau tidak mengharapkan kedatangannya, dan juga tidak memintanya. Maka ambilah. Dan apaapa yang tidak diberikan kepadamu. maka jangan memperturutkan hawa nafsumu untuk memperolehnya.” HR. Bukhari - Muslim. Dengan demikian jika ada yang memberi tidak dilarang untuk menerimanya, tetapi dilarang dilarang keras dalam syari’at kecuali dalam keadaan sangat terpaksa. Rasulullah mengilustrasikan akibat meminta-minta bahwa “Seseorang yang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.” HR. Bukhari – Muslim. Ini menggambarkan bahwa meminta-minta tanpa ada kepentingan yang sangat mendesak adalah suatu kehinaan yang berakibat dosa. Dalam hadis yang lain Rasul pun bersabda “Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia seolah-olah memakan bara api.” HR. Ahmad Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah juga menjelaskan bahwa menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah harus menjadi prioritas utama dibandingkan memberi nafkah orang lain. Maka mulailah berinfak dengan mencukupi kebutuhan diri sendiri lalu orang yang menjadi tanggungan kita. Berinfak untuk dirimu lebih baik daripada selainnya. Rasulullah dalam hadisnya bersabda “Mulailah dari dirimu, bersedekahlah untuknya, jika ada sisa, maka untuk keluargamu”. HR. Muslim. Dalam hadis yang lain Rasulullah Saw. bersabda “ Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan seorang hamba budak, satu dinar yang engkau infakkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, maka yang lebih besar ganjarannya ialah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu”. HR. MuslimSelain itu hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ini juga menjelaskan bahwa sedekah atau infak terbaik adalah setelah tercukupinya kebutuhan keluarga. Dan yang berhak mendapat nafkah lebih awal adalah keluarga terdekat dan orangorang yang menjadi tanggungan. Selanjutnya dalam hadis ini juga mengabarkan bahwa Allah akan memelihara orang yang memelihara dirinya iffah. Dan Allah akan mencukupkan orang yang mencukupkan kebutuhan dirinya qana’ah. Ini terlihat dalam kalimat “Maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya, Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya." Ini bukti bahwa orang yang ikhlas menerima ketentuan bahwa rezeki itu dari Allah, maka Allah akan senantiasa menjaga dan memelihara kesuciannya. Perilaku seperti demikian hanya akan lahir dari orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat. Maka berinfaklah, karena infak merupakan bukti dari keutamaan iman seseorang. . Dalam sebuah hadits populer yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hanbal, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Rasulullah dalam hadits lain menjelaskan, bahwa “tangan di atas” adalah orang yang bersedekah, dan “tangan di bawah” adalah orang yang menerima pemberian. Kemudian, kebanyakan orang menafsirkan bahwa “orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima.” Muhammad Fethullah Gulen, seorang ulama asal Turki memiliki penafsiran yang berbeda tentang hadits ini. Dalam bukunya “An-Nur Al-Khalid” yang diajarkan di masjid Al Azhar oleh Syekh Fathi Hijazi, beliau menjelaskan bahwa dalam hadits ini Rasulullah sama sekali tidak menyebutkan bahwa “tangan di bawah” adalah buruk. Hal ini mengisyaratkan bahwa “tangan di bawah” bukanlah sesuatu yang pasti buruk, melainkan hanya kurang baik. Allah selalu menciptakan sesuatu dengan seimbang. “Tangan di bawah” adalah penyeimbang “tangan di atas.” Coba bayangkan jika dunia ini hanya dihuni oleh pemilik “tangan di atas”, maka siapakah yang akan menerima sedekah. Ganjil bukan? Baca juga Kesalahan Memaknai Hadits “Sampaikanlah Dariku Walau Hanya Satu Ayat” Apakah “tangan di atas” selalu lebih baik daripada “tangan di bawah”? Dalam bahasa Arab, orang yang memberi disebut sebagai al-mu’thi, orang yang menerima disebut sebagai al-akhidz. Seandainya Rasulullah menggunakan kedua kata ini dengan maksud untuk menyebutkan apa yang dilakukan oleh “tangan”, maka kalimat yang muncul akan berbunyi “tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima.” Padahal di dalam hadits ini beliau hanya menggunakan kata “di atas” dan “di bawah”. Maka bisa dipahami bahwa tidak selamanya tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Dalam beberapa kasus, “tangan di bawah” lebih baik daripada “tangan di atas”. Contohnya adalah seseorang yang terpaksa menerima pemberian dari temannya, demi menjaga perasaan temannya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, meski “tangan di atas” lebih baik secara lahir, tapi sebenarnya “tangan yang di bawah” itulah yang berada di atas. Contoh lain adalah orang yang menerima bantuan untuk disalurkannya kembali kepada orang yang membutuhkan. Dalam kondisi seperti ini, “tangan di bawah” berbalik menjadi “tangan di atas”. Seringkali ditemukan orang-orang miskin yang sabar dalam menghadapi ujian duniawi. Tubuh mereka lusuh dan tidak banyak pintu rejeki yang terbuka untuk mereka. Secara lahir orang-orang seperti ini adalah “tangan di bawah.” Namun Rasulullah mengomentari sisi lain mereka dengan bersabda “Seandainya mereka bersumpah bermunajat atas nama Allah, maka pasti Allah akan mengabulkan munajat mereka.” Contohnya adalah Sahabat Barra’ bin Malik radhiyallahu anhu. Beliau termasuk golongan “tangan di bawah”. Namun setiap kali kaum muslimin sedang menghadapi kesulitan dalam pertempuran, mereka selalu meminta Barra’ untuk memintakan kemenangan kepada Allah, dan doanya selalu dikabulkan. Demikian pula halnya dengan sahabat Tsauban radhiyallahu anhu yang menjadi salah satu dari golongan “tangan di bawah”. Rasulullah menasihati Tsauban agar tidak meminta-minta sesuatu kepada orang lain, meski terkadang ada saja manusia yang memberi sedekah kepada Tsauban, bahkan Malaikat Jibril pernah menyambar sebagai manusia untuk bersedekah kepadanya. Baca juga Memaknai Hakikat Rumah Tuhan yang Sering Terabaikan Tentu saja derajat orang-orang seperti Barra’ dan Tsauban tidak mesti di bawah orang-orang yang suka berderma, karena dengan kesabaran dan ketawakkalan mereka, sedekah yang diterima seolah-oleh datang langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dari pemaparan di atas, Fethullah Gulen menyimpulkan bahwa tidak semua "tangan di atas" yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Adapun maksud dari hadits tersebut adalah bahwa Rasulullah berpesan kepada umat Islam supaya menjadi orang-orang yang terhormat dengan tidak meminta-minta kepada orang lain. Membuat dan menambahkan tanda tangan ke pesan Outlook untuk Microsoft 365 Outlook 2022 Outlook 2022 Outlook 2016 Outlook 2013 Outlook 2010 Outlook 2007 Lainnya…Lebih sedikit Dalam Outlook, Anda bisa membuat satu atau beberapa tanda tangan yang dipersonalisasi untuk pesan email Anda. Tanda tangan Anda bisa menyertakan teks, gambar, kartu nama elektronik, logo, atau bahkan gambar tanda tangan tulisan tangan Anda. Anda bisa Outlook agar tanda tangan secara otomatis ditambahkan ke semua pesan keluar atau membuat tanda tangan dan menambahkannya ke pesan secara kasus demi kasus. Membuat tanda tangan dan memilih kapan Outlook menambahkan tanda tangan ke pesan Anda PentingJika memiliki akun Microsoft Microsoft 365 , dan menggunakan Outlook dan Outlook di web atau Outlook di web untuk bisnis, Anda perlu membuat tanda tangan di kedua produk tersebut. Untuk membuat dan menggunakan tanda tangan email Outlook di web, lihat Membuat dan menambahkan tanda tangan email di Outlook di web. Jika ingin melihat caranya, silakan tonton video di bawah ini. Buka pesan email baru. Pada menu Pesan, pilih Tanda tangan > Tanda Tangan. Bergantung pada ukuran jendela Outlook Anda dan apakah Anda sedang membuat pesan email baru atau membalas atau meneruskan, menu Pesan dan tombol Tanda Tangan mungkin berada di dua lokasi yang berbeda. Di bawah Pilih tanda tangan untuk diedit ,pilih Baru , dan dalam kotak dialog Tanda Tangan Baru, ketik nama untuk tanda tangan tersebut. Di bawah Edit tandatangan , buat tanda tangan Anda. Anda bisa mengubah font, warna font, dan ukuran, serta perataan teks. Jika Anda ingin membuat tanda tangan yang lebih kokoh dengan poin, tabel, atau batas, gunakan Word untuk memformat teks Anda, lalu salin dan tempelkan tanda tangan ke dalam kotak Edit tanda tangan. Anda juga dapat menggunakan salah satu templat kami yang telah didesain sebelumnya untuk tanda tangan. Unduh templat di Word, kustomisasi templat dengan informasi pribadi Anda, lalu salin dan tempelkan ke dalam kotak Edit tanda tangan. Catatan Anda dapat menambahkan tautan dan gambar ke tanda tangan email, mengubah font dan warna, serta membenarkan teks menggunakan bilah pemformatan mini di bawah Edit tanda tangan. Anda juga bisa menambahkan ikon dan link media sosial dalam tanda tangan Anda atau mengkustomisasi salah satu temlates kami yang telah didesain sebelumnya. Untuk informasi selengkapnya, lihat Membuat tanda tangan dari templat. Untuk menambahkan gambar ke tanda tangan, lihat Menambahkan logo atau gambar ke tanda tangan Anda. Di bawah Pilih tanda tangan default, atur opsi berikut ini untuk tanda tangan Anda Dalam kotak menurun Akun email, pilih akun email untuk dikaitkan dengan tanda tangan. Anda dapat memiliki tanda tangan berbeda untuk setiap akun email. Jika Anda ingin tanda tangan Anda ditambahkan ke semua pesan baru secara default, dalam kotak turun bawah Pesan baru, pilih salah satu tanda tangan Anda. Jika Anda tidak ingin menambahkan tanda tangan ke pesan baru secara otomatis, pilih tidak ada. Ini tidak menambahkan tanda tangan ke setiap pesan yang Anda balas atau teruskan. Agar tanda tangan ditampilkan dalam pesan yang dibalas dan diteruskan, dalam menu menurun Balasan/terusan, pilih salah satu tanda tangan Anda. Jika tidak, terima opsi default tidak ada. Pilih OK untuk menyimpan tanda tangan baru dan kembali ke pesan Anda. Outlook tidak menambahkan tanda tangan baru ke pesan yang dibuka dalam Langkah 1, bahkan jika memilih untuk menerapkan tanda tangan ke semua pesan baru. Anda harus menambahkan tanda tangan secara manual ke pesan satu ini. Semua pesan berikutnya akan ditambahkan tanda tangan secara otomatis. Untuk menambahkan tanda tangan secara manual, pilih Tanda Tangan dari menu Pesan lalu pilih tanda tangan yang baru dibuat. Menambahkan logo atau gambar ke tanda tangan Anda Jika Anda memiliki logo perusahaan atau gambar untuk ditambahkan ke tanda tangan, gunakan langkah-langkah berikut ini. Buka pesan baru lalu pilih Tanda tangan > Tanda Tangan. Dalam kotak Pilih tanda tangan untuk diedit, pilih tanda tangan yang ingin Anda tambahkan logo atau gambarnya. Pilih ikon Gambar , temukan file gambar Anda, dan pilih Sisipkan. Untuk mengubah ukuran gambar, klik kanan gambar, lalu pilih Gambar. Pilih tab Ukuran dan gunakan opsi untuk mengubah ukuran gambar Anda. Untuk mempertahankan proporsi gambar, pastikan untuk tetap mencentang kotak Kunci rasio aspek. Bila sudah selesai, pilih OK, lalu pilih lagi OK untuk menyimpan perubahan pada tanda tangan Anda. Menyisipkan tanda tangan secara manual Jika Anda tidak memilih menyisipkan tanda tangan untuk semua pesan atau balasan dan pesan diteruskan baru, tanda tangan masih dapat disisipkan secara manual. Dalam pesan email Anda, pada tab Pesan, pilih Tanda Tangan. Pilih tanda tangan Anda dari menu fly-out yang muncul. Jika Anda memiliki lebih dari satu tanda tangan, Anda bisa memilih salah satu tanda tangan yang dibuat. Lihat cara melakukannya Atas halaman Membuat tanda tangan Buka pesan baru. Di tab Pesan, dalam grup Sertakan, klik Tanda Tangan, lalu klik Tanda Tangan. Pada tab Tanda Tangan Email, klik Baru. Ketik nama untuk tanda tangan, lalu klik OK. Di kotak Edit tanda tangan, ketik teks yang ingin Anda sertakan di tanda tangan. Untuk memformat teks, pilih teks, lalu gunakan tombol gaya dan pemformatan untuk memilih opsi yang Anda inginkan. Untuk menambahkan elemen di samping teks, klik di tempat yang Anda inginkan untuk memunculkan elemen tersebut, lalu lakukan salah satu hal berikut Opsi Cara Untuk menambahkan kartu nama elektronik Klik Kartu Nama, lalu klik suatu kontak dalam daftar Diarsipkan Sebagai. Klik OK Untuk menambahkan hyperlink Klik Sisipkan Hyperlink,ketikkan informasi atau telusuri hyperlink, klik untuk memilihnya, lalu klik OK Untuk menambahkan gambar Klik Gambar, telusuri gambar, klik untuk memilihnya, lalu klik OK. Format file umum untuk gambar mencakup .bmp, .gif, .jpg, dan .png. Untuk menyelesaikan pembuatan tanda tangan, klik OK. Catatan Tanda tangan yang baru Anda buat atau ubah tidak akan muncul dalam pesan yang terbuka; tanda tangan harus disisipkan ke dalam pesan. Menambahkan tanda tangan ke pesan Tanda tangan dapat ditambahkan secara otomatis ke semua pesan keluar, atau Anda dapat memilih pesan tertentu yang disertai dengan tanda tangan. Catatan Setiap pesan hanya dapat berisi satu tanda tangan. Menyisipkan tanda tangan secara otomatis Pada tab Pesan, dalam grup Sertakan, klik Tanda tangan, lalu klik Tanda tangan. Di bawah Pilih tanda tangan default, dalam daftar Akun email, klik akun email yang ingin Anda kaitkan dengan tanda tangan. Di daftar Pesan baru, pilih tanda tangan yang ingin Anda sertakan. Jika Anda menginginkan tanda tangan disertakan saat Anda membalas atau meneruskan pesan, di daftar Balas/teruskan, pilih tanda tangan. Jika tidak, klik tidak ada. Menyisipkan tanda tangan secara manual Di pesan baru, di tab Pesan, di grup Sertakan, klik Tanda tangan, lalu klik tanda tangan yang Anda inginkan. Tips Untuk menghapus tanda tangan dari pesan yang terbuka, pilih tanda tangan dalam isi pesan, lalu tekan DELETE. Lihat juga Mengustomisasi pesan email Anda Umpan balik untuk membuat tanda Outlook tangan Memiliki umpan balik tentang membuat atau menggunakan tanda Outlook tangan? Kami ingin mengetahuinya. Terutama, jika Anda kesulitan menemukan menu Tanda Tangan, kami ingin mengetahui tempat yang Anda harapkan untuk menemukan opsi untuk membuat tanda tangan. Tim Outlook pemrograman dan tim Outlook akan mendengarkan umpan balik Anda. Klik Ya atau Tidak di bagian bawah layar di samping Apakah informasi ini membantu? lalu tinggalkan komentar dan saran untuk menyempurnakan Outlook tanda tangan Anda. Beri tahu kami versi tanda Outlook yang saat ini Anda gunakan serta mengapa Anda mencari bantuan untuk membuat tanda tangan. Kami akan memperbarui dokumentasi ini secara teratur untuk menjawab sebanyak mungkin umpan balik Anda. Perlu bantuan lainnya? Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "lebih baik tangan diatas atau lebih baik tangan dibawah" pasti kalian tidak asing dengan kata-ini, jika kalian nalarkan lebih baik tangan di atas bukan ?kalian pasti kalian sudah mengetahui arti dari kalimat diatas, lebih baik memberi dari pada meminta. hal ini bukan hal sepele yang ada di sekitar kehidupan kita melainkan hal ini sudah luas dilingkungan sekitar kita. mungkin kita pernah mengharapkan traktiran dari temen kita itung-itung irit uang lah, hal ini lumrah di sekitar kita tak merasa menggeli ditelinga kita. tapi apa kalian tidak risih dengan pengemis yang ada disekitar kita, tetapi tidak jika kita baru tau sekali pasti yang ada dibenak kita rasa kasihan dan rasa ingin memberi, tapi ketika ada duakalintiga kali dengan keadaan yang sama pasti kita merasa tidak enak memandangnya apa lagi dizaman sekarang ini banyak para pengemis gadungan yang menjadikan pengemis adalah pekerjaan pokoknya samapai dia kaya raya dari hasil mengemis, apa yang ada dalam fikiran mereka ? hanya duduk diam menunggu orang melintas dan mendapatkan imbalan tanpa harus memberi jasa dimana-mana enak saja seperti itu, mungkin jika ada cabang pekerjaan dari mengemis akan sangat banyak peminatnya. kadang kalian merasa risih atau bagaimana terhadap para pengemis tersebut ?apa merasa kasihan terhadap penampilan dan rintihan minta tolongnya apa tidak suka atas terkadang setiap orang tertuntut dari ekonominya atau kurangnya lapangan kerja bagi mereka atau juga kurangnya lapangan kerja bagi mereka yang berpendidikan rendah. dilihat dari faktor ini kasihan melihat mereka tetapi dalam pemikiran saya kenapa mereka tak berusaha lebih dalam mencari nafkah toh banyak yang senasib seperti mereka tetapi sangat bersemangat bekerja tanpa harus menadahkan tangannyabkesetiap orang. kenapa para pengemis gadungan berfikir bahwa pengemis itu pekerjaan yang mudah praktis dan tidak bertenaga apa mereka tidak berfikir mereka akan bersenang-senang dengan hasil nelaskasihan orang, berbicara moral mereka bertindak dengan moral yang mana. bersosialisasi terhadap manusia lain dengan tindakan yang tidak mereka sebagai pengemis tidak memiliki jiwa semangat kerja, bekerja keras tawakal dan berdoa apapun hasilnya yang penting kita sudah berusaha. apakah pengemis itu berfikir yang penting aku enak dan mendapat untung banyak, hal seperti ini kan bukan sepatutnya. lantas bagaimana seharusnya membuat mereka memiliki semangat kerja yang tinggi atau dengan bersosialisasi rasanya sulit untuk mendengarkan bagi mereka, atau yang berfikir acuh ta acuh terhadap prihal seperti ini dan nerprinsip yang penting aku bahagia, apa kalian tidak merasa kaget dan terkejut terhadap para pengemis yang bagi wilayah untuk pendapatan mereka hal ini sangat tidak wajar bukan, kitanya niat ikhlas bersodakoh jadi buyar mendengar ada berita seperti itu. jadi bukannya kita enggan bershodakoh atau enggan membantu lebih baik kita mensodakohkannya ke masjid dari pada nantinya kita merasa tidak ikhlas setelah mengetahui sandiwara mereka lebih baik seperti itu dari pada niat ikhlas kita kita tidak boleh suuzan tetapi jika memang mereka para pengemis yang mangkal sudah sebulan lebih atau berbulan-bulan dengan keadaan kaki luka nggk sembuh-sembuh apa itu bukan sandiwara, sudah jelas buakan jadi lebih baik niat ikhlas kita disodakohkan ke masjid atau langsungbtertuju kepada orangnya yang langsung bersangkutan dan kita mengetahui kebenarannya. bukan niat pilih-pilih tapi biar niat ikhlas kita terjaga. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya

gambar tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah